Powered By Blogger

Rabu, 20 Februari 2013

Mengevaluasi Hasil Usaha


PENJELASAN MATERI KEWIRAUSAHAAN
SMK NEGERI 3 PONTIANAK
MENGEVALUASI HASIL USAHA

Nama                    : Wuri Handayani                                                                             
Kelas                     : XII AK 1
Email                     : wuriismyname@yahoo.com

PETA KONSEP

1.         Evaluasi Hasil Usaha
Evaluasi hasil usaha atau bisnis adalah suatu proses penilaian terhadap kinerja kegiatan usaha atau bisnis yang meliputi analisis dan penafsiran hasil usaha atau bisnis yang sudah dicapainya.

2.         Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan teknik atau alat pengukur prestasi perusahaan dalam hal menentukan tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi, serta derajat keuntungan perusahaan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisis.

3.         Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas, Aktivitas
a.       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
b.      Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang dalam jangka panjang.
c.       Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
d.      Aktivitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan asetnya dengan efisien.

4.         Laporan Perusahaan
Berikut hal-hal penting mengenai penyusunan laporan perusahaan.
1.       Analisis Laporan Pelaksanaan Kegiatan Usaha
2.       Analisis Laporan Keuangan

5.         Pelaksanaan Kegiatan Usaha dan Analisis Laporan Keuangan
a.       Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Analisis pelaksanaan kegiatan usaha perlu dibuat dan disusun secara sistematis dan secermat mungkin, serta logis. Laporan pelaksanaan kegiatan hendaknya bersifat komunikatif, jelas, dan mudah dipahami oleh semua pihak. Agar menjadi komukatif, sebaiknya laporan pelaksanaan kegiatan usaha disusun dalam bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.
Pada dasarnya yang perlu dianalisis dalam pelaksanaan kegiatan usaha, adalah sebagai berikut :
a.       Bidang kegiatan usaha
b.      Rugi/laba
c.       Bidang keuangan
d.      Bidang permodalan
e.      Bidang administrasi dan pembukuan
f.        Bidang ketenagakerjaan
g.       Bidang pemasaran
h.      Bidang organisasi
b.      Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan perusahaan. Mengadakan analisis laporan keuangan sangat penting utnuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Untuk lebih dapat menggambarkan perubahan posisi keuangan dan sifat perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, suatu perusahaan diharuskan membuat laporan keuangan paling lama 2 tahun terakhir dari kegiatan usahanya.

6.         Rencana Pengembangan Usaha
Berikut hal-hal penting mengenai penyusunan rencana pengembangan usaha.
       Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan di dalam bisnis dan memperbanyak relasi bisnis. Komunikasi antarbadan usaha sangat penting dan perlu dilaksanakan sebaik-baiknya.
Badan usaha lainnya adalah pihak-pihak yang membantu perusahaan dalam kegiatan bisnis seperti bank, asuransi, perusahaan angkutan, perusahaan advertensi, dan sebainya. Komunikasi dengan badan lainnya dilakukan utnuk kegiatan yang berkaitan dengan bisnis maupun dengan kegiatan sampingan lainnya yaitu bersifat relasi kerja.
       Peningkatan komunikasi antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui :
a.       Seminar-seminar dalam bisnis.
b.      Penataran-penataran yang berhubungan dengan bisnis.
c.       Pelatihan-pelatihan dalam bisnis.
Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara nonformal dilakukan dengan cara berikut.
a.       Obrolan bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantian pemimpin perusahaan, dan sebagainya.
b.      Adanya kekluargaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c.       Negoisasi dalam bisnis.
Negoisasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam bisnis. Dengan adanya negoisasi yang tepat dan penuh kreatif, berarti akan memperbanyak keuntungan perusahaan hingga berjuta-juta rupiah. Beberapa taktik cara bernegoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha adalah sebagai berikut.
a.       Memberi pilihan
b.      Lelang
c.       Menipu (faking)
d.      Kalah untuk menang
e.      Pura-pura tidak cocok
f.        “Ya atau Tidak”
g.       Pura-pura batal
h.      Kami yang terhebat
i.         Batas waktu
j.        Menambah ekstra
k.       Lambungkan bola rendah
l.         Membuka kartu lawan bisnis
m.    Lebih serius
n.      Pot besar
o.      Persediaan terbatas
p.      Uang tipuan
q.      Lihat saja catatan
r.        Bersabar
s.       Menggigit  sedikit demi sedikit

7.         Faktor Pendukung
Faktor-faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut.
a.       Faktor manusia
b.      Faktor keuangan
c.       Faktor permodalan
d.      Menurut sumbernya :
1)      Modal sendiri
2)      Modal asing (modal luar)
e.      Menurut lama penggunannya :
1)      Modal pasif jangka pendek
2)      Modal pasif jangka panjang
f.        Faktor organisasi
g.       Faktor perencanaan
h.      Faktor mengatur bisnis
i.         Faktor pajak dan asuransi
j.        Faktor  fasilitas pemerintah
k.       Catat bisnis, yang meliputi antara lain :
1)      Neraca
2)      Laporan rugi/laba
3)      Perubahan modal perusahaan
4)      Administrasi perusahaan
5)      Banyaknya karyawan perusahaan
6)      Pemasaran dan penjualan
7)      Para pesaing
8)      Mitra bisnis
9)      Para pelanggan dan konsumen potensial
10)   Pasar yang dituju
11)   Banyaknya produk dan persediaan
8.         Faktor Penghambat
Pada dasarnya faktor-faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha adalah sebagai berikut.
a.       Kurangnya pengalaman di dalam usaha.
b.      Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha.
c.       Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat.
d.      Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali.
e.      Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya.
f.        Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah.
g.       Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha.
h.      Tidak mempunyai semangat kewirausahaan.
i.         Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri.

9.         Rencana Usaha
USAHA JASA CUCI MOTOR DAN MOBIL
Nama
Banyak/Lama Pakai
Harga
Modal Jangka Panjang :


Kompresor
1 Buah/5 Tahun
Rp   1.750.000,-
Selang
5 Buah/2 Tahun
Rp      500.000,-
Lokasi Usaha
1 Buah/Tahun
Rp 12.000.000,-



Modal Jangka Menengah :


Kain Lap
10 Buah/3 Bulan
Rp     150.000,-
Sabun/Sampo
2 Kg/Bulan
Rp       30.000,-
Silicon
1 Kg/Bulan
Rp       40.000,-
Gaji Bulan Pertama
5 Orang/Bulan
Rp  1.500.000,-



Modal Jangka Pendek :


Bahan Bakar
2 Liter/Hari
Rp       30.000,-
Konsumsi
5x2 Kali/Hari
Rp       50.000,-


10.     Tujuan Usaha
a.         Mengurangi tingkat penggangguran
b.         Menciptakan lapangan kerja
c.          Membuka peluang usaha
d.         Menciptakan kendaraan yang bersih

11.     a.   Apa yang dimaksud dengan rentabilitas?
Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang mengahasilkan laba tersebut.
b.   Apa yang dimaksud dengan likuiditas?
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
c.   Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi rentabilitas perusahaan!
       a. Volume Penjualan
       b. Efisiensi Penggunaan Biaya
       c. Profit Margin
       d. Struktur Modal Perusahaan
d.   Apa yang dimaksud dengan inventory turn over?
Inventory turn over (perputaraan persediaan) adalah kemampuan perusahaan   dalam menggunakan persediaannya secara efisien.
e.    Apa maksud istilah “ berdiri di tempat” dalam kewirausahaan?
Berdiri di tempat dalam kewirausahaan berarti bahwa seorang wirausahawan tidak mencapai hasil yang maksimal dalam usahanya. Tidak dapat meningkatkan usaha yang ia jalani.

Minggu, 02 Desember 2012

Resume Kewirausahaan


Resume Kewirausahaan
Hal 45-54
Mata Pelajaran                 : Kewirausahaan
Kelas/Jurusan                   : XII AK 1/Akuntansi
Sekolah                            : SMK Negeri 3 Pontianak
Nama                               : Wuri Handayani
Blog                                 : wuriismyname.blogspot.com
Kelompok                        : A

                Agar usaha yang dijalankan seorang wirausaha dapat berjalan lancar dan sukses,  mereka harus memikirkan dan menganalisis semua resiko yang ada. Dari analisis tersebutlah kemudian  disusun strategi yang tepat untuk menjalankan usaha. Analisis dibuat berdasarkan data dengan pendekatan statistika yang relevan, sehingga analisis tersebut dapat menjadi dasar strategi usaha.
                Tujuan dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya :
a.         Memperoleh data yang akurat untuk diberikan kepada bagian yang membutuhkan (keuangan, produksi, dan pemasaran).
b.        Mengetahui tren di masa mendatang.
c.         Meminimalkan resiko gagal dari sebuah keputusan yang akan diambil
d.        Mengetahui kondisi dan kinerja usahanya.
e.        Mengetahui kecenderungan permintaan pasar terhadap produk dengan riset dan survei lapangan.


1.         Jenis Data dalam Pengambilan Keputusan
Jenis data yang dibutuhkan wirausaha untuk dianalisis :
a.       Data produk yang tidak lolos uji kualitas (defect product).
b.      Data piutang yang tidak terbayar atau kredit macet (term of payment).
c.       Data mengenai tingkat permintaan kebutuhan produk.
d.      Tingkat kepuasaan pelanggan.
e.      Jumlah penjualan (sales forecast)
f.        Catatan dari laporan keuangan.
g.       Data tentang informasi yang dibutuhkan.

2.         Sumber-Sumber Analisis Data
Sumber-sumber yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh wirausaha :
a.       Sumber data langsung dari lapangan melalui riset dan survei.
b.      Sumber data dari media massa.
c.       Sumber data dari pemerintah.
d.      Sumber data dari internal perusahaan.

3.         Analisis Data dengan Menggunakan Pendekatan Statistika
Banyak metode yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan dengan menggunakan data, antara lain perhitungan statistik melalui persamaan regresi dan kolerasi.

a.       Regresi Linear Sederhana
Persamaan regeresi adalah persamaan matematika yang memungkinkan peramalan nilai suatu variabel tak bebas (dependent variable) dari nilai variabel bebas (independent variable).

Y = a + bX

Di mana :
Y :     variabel tak bebas (dependent)/yang dipengaruhi
X :     variabel bebas (independent)/yang mempengaruhi
a :     konstanta
b :     kemiringan (slope)

a =
Nilai a dihitung menggunakan rumus →


b =
Nilai b dihitung menggunakan rumus  →

Nilai b dalam persamaan linear menunjukkan tingkat kemiringan dalam kurva regresi linear.
b : positif → Y                



Y=a+bX




b : negatif → Y               
 

Y = a-bX






b.      Korelasi Linear Sederhana
Korelasi linear sederhana adalah analisis yang digunakan untuk mengukur derajat keeratan hubungan antara dua variabel (X dan Y). Bilangan yang mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel disebut dengan koefisien korelasi (r). Koefisien korelasi memiliki nilai antara -1 sampai 1. Nilai r yang positif (+) ditandai oleh nilai b yang positif (+) dan sebaliknya nilai r yang negatif (-) ditandai oleh nilai b yang negatif (-).
·      Jika nilai r mendekati +1 atau r = -1 artinya X dan Y memiliki kolerasi linear yang tinggi.
·      Jika nilai r = +1 atau r = -1 artinya X dan Y memiliki korelasi yang sempurna.
·      Jika nilai r = 0 artinya hubungan antara X dan Y lemah atau hubungan antara X dan Y bukan hubungan yang linear.
Untuk nilai-nilai r antara 0 dan 1 dengan 0 dan -1 tidak ada patokan pasti yang menentukan batas kekuatan hubungan antara 2 variabel. Namun demikian, dapat diguakan konvensi berikut.
·      Hubungan antara variabel X dan Y disebut kuat dan searah jika 0,75 ≤ r ≤ 1.
·      Hubungan antara variabel X dan Y disebut kuat dan berlawanan arah jika -1 ≤ r ≤ -0,75.
·      Hubungan antara variabel X dan Y disebut lemah jika -0,75 < r < 0,75.

Jika r dikuadratkan, akan didapatkan suatu nilai yang disebut dengan koefisien determinasi (R = ). Koefisien determinasi menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.
Koefisien korelasi (r) dirumuskan sebagai berikut.
r =

Strategi Menjalankan Usaha
1.    Faktor Penggerak Perubahan (drive of change)
a.    Perubahan yang didorong oleh faktor ekonomi
1)    Tingkat pendapatan (income per capita)
2)    Pertumbuhan penduduk
3)    Perubahan kurs mata uang terhadap mata uang asing
4)    Krisis ekonomi dan moneter
5)    Perubahan kebijakan pemerintah
b.    Perubahan yang didorong oleh faktor pasar
1)    Perubahan pola persaingan
2)    Perubahan gaya hidup dan perilaku pelanggan (customer insight)
3)    Perubahan karena pesaing melakukan inovasi dan menemukan produk baru (invention)
4)    Muncul pesaing baru dengan jaringan yang kuat dan terkenal (invincible competitor)
5)    Perubahan yang dimotori oleh pesaingyang memasuki bisnis secara serentak karena ketertarikan pertumbuhan pasar.
a)    Mudah membuatnya
b)   Mudah menjualnya
c)    Mudah membangun bisnis tersebut
d)   Mudah mendapatkan bahan baku
e)   Modal yang tidak terlalu besar
f)     Dorongan dari pemerintah untuk membangun sektor bisnis ini
g)    Usaha besar melakukan waralaba (franchise)
c.     Perubahan yang digerakkan oleh faktor perkembangan teknologi.
d.    Perubahan yang dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

2.    Pengaruh Perubahan terhadap Strategi Menjalankan Usaha
Seorang wirausaha yang cerdas harus memperhatikan dampak perubahan yang sedang dan mungkin akan terjadi terhadap kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, diperlukan perubahan strategi untuk disesuaikan dengan keadaan pesaing, permintaan, perilaku pembeli, dan lain-lain. Perubahan yang terjadi akan berdampak pada penerapan rencana dan strategi usaha. Perubahan ini memiliki 4 konsekuensi, yaitu :
a.       Perubahan akan menciptakan peluang atau kesempatan (opportunity)
Perubahan dapat menghasilkan peluang bila Anda memiliki intuisi, naluri dan hasrat untuk menemukannya. Sebagai contoh, dengan adanya Tugu Khatuistiwa di Pontianak bisa dijadikan peluang cinderamata untuk membuat miniatur Tugu Khatulistiwa dan dijadikan buah tangan bagi pelancong yang berkunjung ke Pontianak.

b.      Perubahan akan menciptakan ancaman (threat)
Ancaman yang timbul dapat berupa harga yang ditawarkan. Sebagai contoh, harga jual produk Cina biasanya lebih rendah dibandingkan dengan produk Eropa, Jepang, Korea, bahkan Indonesia. Konsekuensinya, perusahaan harus melakukan perubahan strategi usaha secepat mungkin. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan market innovation and improvement strategy.

c.       Perubahan dapat memperlemah daya asing dan kondisi perusahaan (weak)
Perubahan-perubahan yang dapat melemahkan posisi persaingan perusahaan :
1)      Adanya peraturan baru mengenai pengurangan kadar nikotin bagi industri rokok kretek.
2)      Adanya peraturan yang mengharuskan perusahaan memiliki minimal satu kendaraan atas nama perusahaan dan uji emisi untuk  perusahaan transportasi yang kondisi kendaraannya sudah tidak terlalu produktif.
3)      Adanya peraturan mengenai pengurangan kadar pengeras tahu yang diterapkan untuk perusahaan produsen tahu di Indonesia.
Perubahan strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan market defense or innovative strategy.

d.      Perubahan dapat memperkuat kondisi, daya saing dan strategi (strenght)
Perubahan seperti ini akan menyebabkan posisi produk dan perusahaan di pasar semakin baik dan populer. Contohnya :
1)      Himabauan pemerintah tentang penggunaan obat generik di seriap Puskesmas akan memperkuat daya saing perusahaan farmasi yang bergerak di obat-obatan generik.
2)      Pembatasan area dan jarak tertentu dalam pendirian hypermarket dan supermarket di kota-kota memperkuat strategi bisnis toko kelontong dan minimarket di daerah.
Strategi yang sering digunakan adalah market penetration srategy.

SOAL :
1.    Sebutkan tujuan dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya!
2.    Sebutkan jenis data yang dibutuhkan wirausaha untuk dianalisi!
3.    Jelaskan dengan apa  yang dimaksud dengan regresi linear sederhana?
4.    Jelaskan dengan apa  yang dimaksud dengan korelasi linear sederhana?
5.    Sebutkan perubahan yang didorong oleh faktor ekonomi!
6.    Sebutkan perubahan yang didorong oleh faktor pasar!
7.    Sebut dan jelaskan 4 konsekuensi pengaruh perubahan terhadap startegi menjalankan usaha!
8.    Sebutkan 4 contoh perubahan akan menciptakan peluang atau kesempatan (opportunity)!



Pontianak, 2 Desember 2012




      Wuri Handayani