Resume Kewirausahaan
Hal 45-54
Mata Pelajaran : Kewirausahaan
Kelas/Jurusan : XII AK 1/Akuntansi
Sekolah :
SMK Negeri 3 Pontianak
Nama : Wuri Handayani
Blog :
wuriismyname.blogspot.com
Kelompok :
A
Agar
usaha yang dijalankan seorang wirausaha dapat berjalan lancar dan sukses, mereka harus memikirkan dan menganalisis
semua resiko yang ada. Dari analisis tersebutlah kemudian disusun strategi yang tepat untuk menjalankan
usaha. Analisis dibuat berdasarkan data dengan pendekatan statistika yang relevan,
sehingga analisis tersebut dapat menjadi dasar strategi usaha.
Tujuan
dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya :
a.
Memperoleh data yang akurat untuk diberikan
kepada bagian yang membutuhkan (keuangan, produksi, dan pemasaran).
b.
Mengetahui tren di masa mendatang.
c.
Meminimalkan resiko gagal dari sebuah
keputusan yang akan diambil
d.
Mengetahui kondisi dan kinerja usahanya.
e.
Mengetahui kecenderungan permintaan pasar
terhadap produk dengan riset dan survei lapangan.
1.
Jenis Data dalam Pengambilan Keputusan
Jenis data yang dibutuhkan wirausaha untuk dianalisis :
a.
Data produk yang tidak lolos uji kualitas
(defect product).
b.
Data piutang yang tidak terbayar atau kredit
macet (term of payment).
c.
Data mengenai tingkat permintaan kebutuhan
produk.
d.
Tingkat kepuasaan pelanggan.
e.
Jumlah penjualan (sales forecast)
f.
Catatan dari laporan keuangan.
g.
Data tentang informasi yang dibutuhkan.
2.
Sumber-Sumber Analisis Data
Sumber-sumber yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh wirausaha
:
a.
Sumber data langsung dari lapangan melalui
riset dan survei.
b.
Sumber data dari media massa.
c.
Sumber data dari pemerintah.
d.
Sumber data dari internal perusahaan.
3.
Analisis Data dengan Menggunakan Pendekatan
Statistika
Banyak metode yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan
dengan menggunakan data, antara lain perhitungan statistik melalui persamaan
regresi dan kolerasi.
a.
Regresi Linear Sederhana
Persamaan regeresi adalah persamaan matematika yang memungkinkan
peramalan nilai suatu variabel tak bebas (dependent variable) dari nilai
variabel bebas (independent variable).
|
Y = a +
bX
|
Di mana :
Y : variabel tak bebas
(dependent)/yang dipengaruhi
X : variabel bebas (independent)/yang
mempengaruhi
a : konstanta
b : kemiringan (slope)
|
a =
|
Nilai a dihitung menggunakan rumus →
|
b =
|
Nilai b
dihitung menggunakan rumus →
Nilai b
dalam persamaan linear menunjukkan tingkat kemiringan dalam kurva regresi
linear.
b : positif → Y |
|
|||
|
|
|||
|
|
Y=a+bX
|
||
|
|
|||
|
|
|
b :
negatif → Y
|
||||
|
|
Y = a-bX
|
|||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
|
b.
Korelasi Linear Sederhana
Korelasi linear sederhana adalah analisis yang digunakan untuk
mengukur derajat keeratan hubungan antara dua variabel (X dan Y). Bilangan yang
mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel disebut dengan koefisien
korelasi (r). Koefisien korelasi memiliki nilai antara -1 sampai 1. Nilai r
yang positif (+) ditandai oleh nilai b yang positif (+) dan sebaliknya nilai r
yang negatif (-) ditandai oleh nilai b yang negatif (-).
·
Jika nilai r mendekati +1 atau r = -1 artinya
X dan Y memiliki kolerasi linear yang tinggi.
·
Jika nilai r = +1 atau r = -1 artinya X dan Y
memiliki korelasi yang sempurna.
·
Jika nilai r = 0 artinya hubungan antara X dan
Y lemah atau hubungan antara X dan Y bukan hubungan yang linear.
Untuk
nilai-nilai r antara 0 dan 1 dengan 0 dan -1 tidak ada patokan pasti yang
menentukan batas kekuatan hubungan antara 2 variabel. Namun demikian, dapat
diguakan konvensi berikut.
·
Hubungan antara variabel X dan Y disebut kuat
dan searah jika 0,75 ≤ r ≤ 1.
·
Hubungan antara variabel X dan Y disebut kuat
dan berlawanan arah jika -1 ≤ r ≤ -0,75.
·
Hubungan antara variabel X dan Y disebut lemah
jika -0,75 < r < 0,75.
Jika r dikuadratkan, akan didapatkan suatu nilai yang disebut
dengan koefisien determinasi (R =
). Koefisien determinasi menunjukkan
seberapa besar pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.
Koefisien korelasi (r) dirumuskan sebagai berikut.
r = 
Strategi Menjalankan Usaha
1.
Faktor Penggerak Perubahan (drive of change)
a.
Perubahan yang didorong oleh faktor ekonomi
1)
Tingkat pendapatan (income per capita)
2)
Pertumbuhan penduduk
3)
Perubahan kurs mata uang terhadap mata uang
asing
4)
Krisis ekonomi dan moneter
5)
Perubahan kebijakan pemerintah
b.
Perubahan yang didorong oleh faktor pasar
1)
Perubahan pola persaingan
2)
Perubahan gaya hidup dan perilaku pelanggan
(customer insight)
3)
Perubahan karena pesaing melakukan inovasi dan
menemukan produk baru (invention)
4)
Muncul pesaing baru dengan jaringan yang kuat
dan terkenal (invincible competitor)
5)
Perubahan yang dimotori oleh pesaingyang
memasuki bisnis secara serentak karena ketertarikan pertumbuhan pasar.
a)
Mudah membuatnya
b)
Mudah menjualnya
c)
Mudah membangun bisnis tersebut
d)
Mudah mendapatkan bahan baku
e)
Modal yang tidak terlalu besar
f)
Dorongan dari pemerintah untuk membangun
sektor bisnis ini
g)
Usaha besar melakukan waralaba (franchise)
c.
Perubahan yang digerakkan oleh faktor
perkembangan teknologi.
d.
Perubahan yang dipengaruhi oleh iklim dan
cuaca.
2.
Pengaruh Perubahan terhadap Strategi
Menjalankan Usaha
Seorang wirausaha yang cerdas harus
memperhatikan dampak perubahan yang sedang dan mungkin akan terjadi terhadap
kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, diperlukan perubahan strategi untuk
disesuaikan dengan keadaan pesaing, permintaan, perilaku pembeli, dan
lain-lain. Perubahan yang terjadi akan berdampak pada penerapan rencana dan
strategi usaha. Perubahan ini memiliki 4 konsekuensi, yaitu :
a. Perubahan
akan menciptakan peluang atau kesempatan (opportunity)
Perubahan dapat menghasilkan peluang
bila Anda memiliki intuisi, naluri dan hasrat untuk menemukannya. Sebagai contoh,
dengan adanya Tugu Khatuistiwa di Pontianak bisa dijadikan peluang cinderamata
untuk membuat miniatur Tugu Khatulistiwa dan dijadikan buah tangan bagi
pelancong yang berkunjung ke Pontianak.
b. Perubahan
akan menciptakan ancaman (threat)
Ancaman yang timbul dapat berupa harga
yang ditawarkan. Sebagai contoh, harga jual produk Cina biasanya lebih rendah dibandingkan
dengan produk Eropa, Jepang, Korea, bahkan Indonesia. Konsekuensinya,
perusahaan harus melakukan perubahan strategi usaha secepat mungkin. Strategi yang
dapat digunakan adalah dengan market innovation
and improvement strategy.
c. Perubahan dapat
memperlemah daya asing dan kondisi perusahaan (weak)
Perubahan-perubahan yang dapat melemahkan
posisi persaingan perusahaan :
1) Adanya peraturan
baru mengenai pengurangan kadar nikotin bagi industri rokok kretek.
2) Adanya peraturan
yang mengharuskan perusahaan memiliki minimal satu kendaraan atas nama
perusahaan dan uji emisi untuk
perusahaan transportasi yang kondisi kendaraannya sudah tidak terlalu
produktif.
3) Adanya peraturan
mengenai pengurangan kadar pengeras tahu yang diterapkan untuk perusahaan
produsen tahu di Indonesia.
Perubahan strategi yang dapat
dilakukan adalah dengan menerapkan market defense or innovative strategy.
d. Perubahan dapat
memperkuat kondisi, daya saing dan strategi (strenght)
Perubahan seperti ini akan menyebabkan
posisi produk dan perusahaan di pasar semakin baik dan populer. Contohnya :
1) Himabauan pemerintah
tentang penggunaan obat generik di seriap Puskesmas akan memperkuat daya saing
perusahaan farmasi yang bergerak di obat-obatan generik.
2) Pembatasan
area dan jarak tertentu dalam pendirian hypermarket dan supermarket di
kota-kota memperkuat strategi bisnis toko kelontong dan minimarket di daerah.
Strategi yang sering digunakan adalah
market penetration srategy.
SOAL :
1.
Sebutkan tujuan dan manfaat analisis data bagi
seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya!
2.
Sebutkan jenis data yang dibutuhkan wirausaha
untuk dianalisi!
3.
Jelaskan dengan apa yang dimaksud dengan regresi linear sederhana?
4.
Jelaskan dengan apa yang dimaksud dengan korelasi linear sederhana?
5.
Sebutkan perubahan yang didorong oleh faktor
ekonomi!
6.
Sebutkan perubahan yang didorong oleh faktor pasar!
7.
Sebut dan jelaskan 4 konsekuensi pengaruh
perubahan terhadap startegi menjalankan usaha!
8.
Sebutkan 4 contoh perubahan akan menciptakan
peluang atau kesempatan (opportunity)!
Pontianak, 2 Desember 2012
Wuri Handayani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar